3 Hal Yang Sering Terlupakan Ketika Menggugat Cerai Suami

3 Hal Yang Sering Terlupakan Ketika Menggugat Cerai Suami

Sekitar 6000 kasus perceraian di wilayah Jakarta setiap tahun didominasi oleh jumlah klaim perceraian dari istri. Tercatat jumlah istri yang menggugat sekitar 4.000 kasus, sedangkan sisanya adalah gugatan cerai dari suaminya. Alasan untuk mengajukan gugatan bervariasi. Beberapa karena masalah ekonomi seperti berada dalam hutang dan tidak memenuhi mata pencaharian kehidupan keluarga, ada juga hasil dari kehadiran pihak ketiga yang menyebabkan keluarga tidak harmonis seperti sebelumnya.

Namun, dari banyak wanita yang mengajukan perceraian sendiri dan tidak berkonsultasi dengan pengacara yang ahli dalam hukum keluarga, ditemukan bahwa gugatan diajukan secara moderat. Isinya cenderung menumpahkan emosi dan kemarahan. Karena itu, gugatan yang diajukan tidak memperhatikan hak-hak lain sebagaimana diatur dalam hukum keluarga yang berlaku di Indonesia.

Adapun hal-hal yang sangat sering dilupakan dan merupakan kesalahan fatal antara lain:

Masalah Tentang Anak, Baik Tentang Perawatan Anak dan Dukungan Anak Sampai Dewasa. Ini yang paling sering terjadi. Perasaan seorang istri yang masih diliputi emosi terhadap suaminya hanya berpikir untuk segera menceraikan suaminya. Dia tidak berpikir untuk menuntut hak asuh anak dan kehidupan anak. Masalah baru terungkap kemudian setelah perceraian ketika dia bingung tentang meminta pertanggungjawaban mantan suami dalam hal dukungan anak.

Masalah Seputar Penghidupan Mantan Istri. Meskipun ada banyak mantan istri yang tidak ingin bergantung pada mantan suaminya lagi, penting untuk dipahami bahwa kehidupan mantan istri ini adalah hak yang diberikan oleh UU Perkawinan. Pasal 41 huruf c menyatakan bahwa hakim dapat menentukan jumlah penghasilan untuk mantan istrinya.

Masalah Terkait Mendistribusikan Aset (Gono-Gini) Jika sejak awal memiliki perjanjian pernikahan, masalah berbagi aset bersama bukanlah hambatan. Namun distribusinya akan sedikit lebih sulit jika tidak ada perjanjian pernikahan.

Tidak memperhatikan ketiga masalah di atas saat membuat gugatan cerai adalah kesalahan yang sangat fatal, penyesalan akan datang kemudian. Agar tidak menyesal, Anda harus berkonsultasi dulu dengan pengacara Anda yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang hukum keluarga.

Ingin mengajukan perceraian atau masalah hukum keluarga dan anak lainnya? Kami siap membantu anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *