Berikut Masalah Yang Menjadi Sumber Perceraian Di Masyarakat

Berikut Masalah Yang Menjadi Sumber Perceraian Di Masyarakat

Berikut Masalah Yang Menjadi Sumber Perceraian Di Masyarakat. Undang-undang di Indonesia sudah mengatur alasan yang dapat digunakan untuk mengajukan perceraian. Namun, bagaimana dengan kondisi nyata di masyarakat? Secara umum, ada 7 masalah dalam rumah tangga yang sering memicu perceraian, yaitu:

Divisi Tugas Peduli Anak

Masalah pertama yang memicu perceraian adalah kurangnya pembagian tugas merawat anak yang baik. Dalam praktiknya, tanggung jawab merawat anak di rumah adalah tanggung jawab perempuan. Di sisi lain, wanita memiliki tanggung jawab lain yang tidak kalah hebatnya, seperti membersihkan rumah, mengelola keuangan keluarga, atau melayani suami mereka. Sebenarnya, tugas-tugas ini sebenarnya merupakan tanggung jawab bersama.

Komunikasi yang buruk

Masalah kedua yang memicu perceraian adalah karena komunikasi yang buruk antara suami dan istri. Alih-alih berbicara untuk menyelesaikan masalah, banyak pasangan memilih untuk tetap diam. Pada akhirnya, masalahnya semakin besar dan sulit untuk dipecahkan.

Kehidupan Seksual Intim

Masalah ketiga yang memicu perceraian adalah buruknya kualitas hubungan seksual antara suami dan istri. Kondisi ini diperburuk ketika kedua belah pihak tidak ingin melakukan komunikasi yang baik. Padahal, hubungan seksual menjadi fondasi penting dalam membangun rumah tangga.

Media sosial

Penggunaan media sosial juga memicu hubungan rumah tangga berikutnya. Selain itu, tidak jarang bagi pasangan untuk mengungkapkan hal-hal yang tidak boleh diungkapkan di media sosial, termasuk masalah rumah tangga. Bahkan, media sosial juga sering menjadi cikal bakal perselingkuhan dalam hubungan domestik.

Perubahan Sikap Pasangan

Alasan lain yang sering membuat pasangan memutuskan untuk bercerai adalah karena mereka merasa tidak mengenal pasangannya lagi. Mereka mendapati bahwa pasangan di depannya jauh berbeda dari orang yang berselingkuh dengannya.

Kondisi ini diperburuk karena menganggap pasangan bukan sebagai pasangan hidup, tetapi hanya sebagai teman tidur. Akibatnya, interaksi yang terjadi selama hubungan rumah tangga kurang.

Egois

Sikap egois pasangan itu memicu perceraian rumah tangga lebih lanjut. Pasangan tidak bisa mengurangi sikap egois masing-masing yang menyebabkan sulitnya menemukan solusi untuk setiap masalah. Akibatnya, tidak mengherankan bahwa rumah tangga pun tidak harmonis.

Perbedaan Pandangan Cinta

Masalah selanjutnya terkait dengan bagaimana mengekspresikan cinta kepada pasangan Anda. Mungkin, seorang suami memang memiliki cinta untuk pasangannya, dan sebaliknya. Namun, masalah bisa muncul jika masing-masing pihak memiliki interpretasi berbeda dalam mengekspresikan cintanya. Akibatnya, salah satu pihak merasa bahwa dia tidak dicintai.

 

Untuk itu, Anda perlu mengajak pasangan Anda untuk melakukan aktivitas bersama sebagai sarana menunjukkan cinta. Selain itu, Anda juga dapat memilih untuk memberikan hadiah kecil kepada pasangan Anda sebagai bukti cinta itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *